Tampilkan postingan dengan label anggrek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anggrek. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Februari 2009

Dendrobium canaliculatum, Anggrek Daun Beralur

Anggrek ini ada wanginya sedikit, tumbuh alami di Australia dan Papua sebagai anggrek epifit yang biasa tumbuh di batang pohon melaleuca (kayu putih), mulai dari ketinggian permukaan laut sampai sekitar 850 m dpl.

Anggrek ini batangnya berbentuk silinder, berukuran pendek, berpelepah dengan 2-6 daun berbentuk silinder yang berdaging, meruncing dan beralur di bagian ujung.

Panjang tangkai perbungaan antara 10-40 cm dengan bunga yang kecil bergerombol, sepal dan petalnya berwarna putih kekuningan, atau putih kehijauan, labellum putih bercampur ungu.



Dendrobium dari seksi spatulata ini suka dengan sinar terang, kelembaban tinggi dan penyiraman teratur, tapi menjelang musim berbunga kurangi penyiraman karena di habitat asalnya D. canaliculatum akan berbunga pada pertengahan musim dingin sampai pertengahan musim semi pada kondisi kering.

Nama-nama umum untuk anggrek ini adalah Grooved Leaf Dendrobium (Dendrobium Daun Beralur), The Onion Orchid (Anggrek Bawang) dan Tea Tree Orchid (Anggrek Pohon Teh). Canaliculata sendiri dalam bahasa Latin artinya "beralur".


Paphiopedilum tonsum, si Gundul dari Sumatera

Satu lagi anggrek sepatu dewi yang mekar di rumah. Namanya Paphiopedilum tonsum, tumbuh alami di Sumatera pada ketinggian antara 1000 sampai 1800 meter dpl. Biasanya ditemukan sebagai litofit di tebing-tebing batu yang bersama humus atau serasah daun.



Paphiopedilum tonsum dinamakan juga "Paphiopedilum Gundul" (dari bahasa Latin "tondeo" yang berarti "gundul") karena bunganya yang licin tanpa bulu. Pada umumnya bunga didominasi warna hijau atau hijau kekuningan sampai pink kecoklatan dengan bintik-bintik hitam yang menarik pada permukan kedua petalnya.



Beberapa varian P. tonsum antara lain P. tonsum var. braemii yang bunganya berukuran lebih kecil dengan warna lebih hijau, dan P. tonsum fma. alboviride (varian albino).

Puncak masa berbunga di habitat aslinya ialah antara Januari-Februari, tapi di tempat tinggal saya di Bandung (ketinggian 680 m) dia mulai berbunga pada akhir bulan Juli ini.



Dendrobium violaceoflavens, si Anggrek Kuning-Ungu

Yang di rumah lagi mekar. Orang biasa menamakannya "anggrek besi". Saya sendiri tidak mengerti di mana kemiripannya dengan besi. Nama botaninya adalah Dendrobium violaceoflavens.




Habitat asli D. violaceoflavens adalah Papua Nugini bagian Barat, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Anggrek ini salah satu favorit saya, karena wanginya yang kuat, mekarnya tahan lama dan gabungan warna violet-kuningnya yang menarik. Nama "violaceoflavens" disandangnya karena paduan kedua warna tersebut. Dalam satu perbungaan bisa terdapat 10-20 bunga secara bersamaan.



Di alam, anggrek ini dapat mencapai panjang 2 meter dan sering dijumpai tumbuh sebagai epifit di pohon-pohon yang sangat tinggi atau sebagai litofit pada bebatuan di hutan hujan. Masa berbunga biasanya pada akhir musim kemarau sampai awal musim hujan.